Senin, 25 Mei 2015

senja yg sempurna

Ketika saat yg tak pernah ku undang ahirnya tiba...

Angin berhembus perlahan, mengantar aroma cemara menyapa lembah. Sejuknya mengiringi kabut membelai pucuk mawar liar...

Panorama yg indah..
 jingga membentang dari batas langit hingga cakrawala...
Akupun lena dalam buainya..

Di lereng ini...
Ujung sepatuku menyapa kerikil..
Riang kuturuni jalanan berhias rumput..
Senyumanku menebar diantara riuh rendah gemericik air di kejauhan..
Sungguh senja yg sempurna.

Hingga aku menemukan sepasang matamu..
Memandangku pias...
Kau kah itu? Tatapanmu terjebak di situasi yg tak kau ingini..

Aku terlanjur ada di hadapanmu.. tak mungkin kau lari..
dan gadis manis di sampingmu tersenyum untukku..
Apa?? Dia tersenyum....??!!
Seolah mengatakan akulah gadis yg paling bahagia di tempat ini.
Akulah satu satunya...

Ahhh..hahhh..
Aku tersenyum tipis..
Aku takkan merusak harimu...berlalulah...!!
Aku takkan menyulitkanmu... pergilah...!!
Aku tak membuka mulutku..
Aku takkan menarik senyumanku..
Aku akan pura2 tak tahu...

Ternyata inilah senja yg paling sempurna...
untuk ku ahiri semuanya..




Sabtu, 11 April 2015

kita

Aku disini kali ini..terbaring di tempat tertinggi..
Tak ada yg lebih tinggi lagi disekitarku..
hingga aku bebas memandangimu...

Kau berkelip...??
Apakah kau menggodaku??

Langit pekat tak berawan..
Mataku menerawang..

Sepasang bintang itu kau bilang kita..
Terlihat dekat padahal berjeda..

Hhh...
Mungkinkah saat ini kau tunaikan janji?
Memandang kita dari tempat berbeda..

Angin membuaiku..
Rasa ini ingin menangis tapi malu..
Sudahlah... jika kau tak sudi berteriak memanggilku..
Biar aku berbisik menyebut namamu...

Dear...
I am here...
Are you there??



Selasa, 07 April 2015

Ini catatanku...

Selama ini aku menganggap diri seperti peri.. yg bersayap mungil di punggungku. Dan terbang anggun di atas danau.
Dia memesona, dengan keindahan yg sempurna.. gaun putihnya melayang lembut dalam bayangan panorama pelangi...

Langit jingga menyapanya..
Dan angin di penghujung senja berbisik syahdu di telinganya..

Itu sebelum petir mengoyak mimpiku...
Dan menyeretku pada cermin kusam di hadapanku..

Ternyata...
O ternyata...
Aku baru bisa menyaksikannya..
Unggas buruk yg teronggok di sisi sampah...

Dimana indahnya?
Kemana harus ku temukan pesonanya?

Lukisan mengabadikannya dengan penuh kasihan..
Tak berteman..
Tak bertuan..



Minggu, 01 Februari 2015

tentang januari

Januari

Hujan bagiku adalah kenangan. Bulir bulir air yg jatuh dari langit seolah menyimpan berlaksa kisah. Udara yg membelai kulit sepertinya buaian peri yg merindu senandung kesunyian. Dan dentingan nyaring gerimis yg menghantam bumi adalah dongeng pilu yg menyembunyikan amarah dalam kelembutan dan ketidak berdayaan...

Januari... aku menyebutnya Bulan yg Sempurna. Dimana gerimis dan hujan turun sepanjang hari. Bak merpati yg menghantar lembaran kisah silih berganti. Dan aku mengabadikannya dalam senyum... dalam sedih.

Lembar pertama itu...
di latar belakangi senja bertudung teduh..langit basah oleh gerimis yg tak mereda, disambut hujan yg merenggut keriangan sepasang manusia. Kita..

Aku disisimu.. udara yg lembab dan dingin berusaha berebut kekuasaan. Entah siapa yg ahirnya jadi pemenang. Yg kurasakan hanya kesunyian, sepi seolah menjadi tembok besi yg memisahkan kita.

"Kau disampingku tanpa suara, dan aku terdiam tanpa kata..."

Pikiranku mengembara entah dimana, berusaha menembus derasnya hujan yg bermain di luar jendela. Dan kau...?? ku tahu pasti pikiranmu bermain sendiri tanpaku.

"Kau disisiku.. dan aku kehilanganmu..."

Tiba tiba kesadaran mengetuk perasaanku dengan kerasnya. Dan seketika aku bisa melihatnya...
Diluar sana kulihat jelas jalan yg terbelah..
Kau berlari dengan pikiranmu di jalan yg satu,
Dan aku melangkah pelan dijalan yg lainnya..

Hujanpun reda, tepat ditempat kita semestinya berhenti.

Hujan memang telah berahir, dan inilah kesudahan dari Bulan yg Sempurana itu.

Januari adalah bulan yg sempurna untuk menata hati yg patah.

Selamat tinggal bulan Januari... :-)