Minggu, 01 Februari 2015

tentang januari

Januari

Hujan bagiku adalah kenangan. Bulir bulir air yg jatuh dari langit seolah menyimpan berlaksa kisah. Udara yg membelai kulit sepertinya buaian peri yg merindu senandung kesunyian. Dan dentingan nyaring gerimis yg menghantam bumi adalah dongeng pilu yg menyembunyikan amarah dalam kelembutan dan ketidak berdayaan...

Januari... aku menyebutnya Bulan yg Sempurna. Dimana gerimis dan hujan turun sepanjang hari. Bak merpati yg menghantar lembaran kisah silih berganti. Dan aku mengabadikannya dalam senyum... dalam sedih.

Lembar pertama itu...
di latar belakangi senja bertudung teduh..langit basah oleh gerimis yg tak mereda, disambut hujan yg merenggut keriangan sepasang manusia. Kita..

Aku disisimu.. udara yg lembab dan dingin berusaha berebut kekuasaan. Entah siapa yg ahirnya jadi pemenang. Yg kurasakan hanya kesunyian, sepi seolah menjadi tembok besi yg memisahkan kita.

"Kau disampingku tanpa suara, dan aku terdiam tanpa kata..."

Pikiranku mengembara entah dimana, berusaha menembus derasnya hujan yg bermain di luar jendela. Dan kau...?? ku tahu pasti pikiranmu bermain sendiri tanpaku.

"Kau disisiku.. dan aku kehilanganmu..."

Tiba tiba kesadaran mengetuk perasaanku dengan kerasnya. Dan seketika aku bisa melihatnya...
Diluar sana kulihat jelas jalan yg terbelah..
Kau berlari dengan pikiranmu di jalan yg satu,
Dan aku melangkah pelan dijalan yg lainnya..

Hujanpun reda, tepat ditempat kita semestinya berhenti.

Hujan memang telah berahir, dan inilah kesudahan dari Bulan yg Sempurana itu.

Januari adalah bulan yg sempurna untuk menata hati yg patah.

Selamat tinggal bulan Januari... :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar